Komentar Anda

Lihat Komentar

Joey Sultan Sagang : I am so proud that Sagang in Indonesia is a Magazine while here in the Philippines it is our Family
admin : terimakasih kepada saudara musa ismail. sebelumnya kami mohon maaf,edisi tahun 2010 pada website ha
musa ismail : Majalah Sagang Elektronik sungguh bagus, kreatif, dan memikat. Semoga majalah ini menjadi acuan sast
arnita : go international
arnita : i like all of people read sagang to know how much culture in Indonesia in cluding riau
+ Isi Komentar
Pengunjung Online :2
Hari ini :33
Kemarin :28
Minggu ini :186
Bulan Kemarin : 600
Total 15485 Pengunjung
sejak 24 Februari 2011 sampai 20 Mei 2012
Judul : Perjalanan Spiritual Rida K Liamsi
ISBN : 978-979-24-8109-9
Tahun Terbit : Oktober 2009
Halaman : 75
Jenis Cover : -
Penulis : Sunaryono Basuki Ks
Penerbit : Yayasan Sagang
Teks Bahasa : Indonesia
Kategori : -

Kumpulan sajak ini berjudul Perjalanan Kelekatu karya Rida K Liamsi, sastrawan dan budayawan kebanggaan Riau. Judul itu diambil dari dua buah sajak yang ada di dalam kumpulan karya tersebut.

Namun ternyata bukan dua sajak “Perjalanan” dan “Kelakatu” yang terbaik dalam kumpulan ini. Dua sajak itu memang dipakai Rida K untuk melangkah seluruh isi kumpulan sajaknya yang merupakan sebuah perjalanan fisik dan spiritual. Sajak yang paling baik lantaran paling lengkap gagasannya, paling lengkap unsur-unsurnya bahasa manjasinya, paling lengkap unsur musiknya, kilatan dan konotasi serta jelas nadanya adalah sajak “ Dan Sejarah pun Berdarah” yang ditulis dalam sebelas bagian tersebar pada sebelas halaman. Kita perhatiakan judulnya bukan saja menarik tetapi juga sangat penuh melodi. Sajak ini diberi catatan sebagai “Soneta Cinta untuk H (dibaca ha)”. Kita tidak perlu mempertanyakan siapakah H dan apakah sajak ini memang benar sebuah soneta, sebab sajak panjang ini memang tidak memenuhi persyaratan sebagai sebuah soneta. H bisa siapa saja yang diajak berkeluh-kesah oleh Rida tentang berbagai masalah yang terjadi di tanah air, dan soneta bisa saja bermakna sebuah sajak cinta, bukan cinta plantonis tentu, tetapi cinta yang lebih bermakna, cinta pada kemanusian, kepada masyarakat yang selalu diperalat oleh yang kuasa.

Share This.. | Content Hits : 705