Buku Tamsil Syair Api ini merupakan kumpulan dari sajak-sajak para penyair yang di muat selama setahun di rubrik Budaya Harian Riau Pos (Oktober 2007-September 2008). Penulis sajak buku ini ada yang sudah tunak makan asam garam dunia kepenulisan, karyanya sudah tersebar di berbagai media dan sudah memiliki buku kumpulan tunggal hingga penyair pemula. Mulai dari Fakhrunas MA Jabbar, Marhalim Zaini, Mila Duchlun, M Badri, Sobirin Zaini, Isbedy Stiawan ZS, Pandapotan MT Siallangan, Dian Hartati, Jefy al Malay, Murparsaulian, Ramon Damora, Yose Rizal Zen, Budy Utamy, Esha Tegar Putra, Dhien Zurindah, Syaiful Bahri, hingga generasi terbaru di bidang sajak seperti Wetry Febrina atau Alvi Puspita.
Menurut Hary B Kori’u Buku ini Sebuah kumpulan bersama, beragam estetika, pencapaian, cara pandang hingga roh dari sajak tersebut juga menjadi beda-beda. Tetapi pada intinya adalah, klose beragam pencapaian tersebut menjadi menarik berada dalam sebuah buku, ketika kita memahaminya sebagai pembaca juga melihat dan membacanya bukan dengan kaca mata yang seragam. Pembaca juga harus memiliki kekhasan cara baca puisi adalah sebuah medan bagaiman kita menulis atau membacanya. Kedudukan penyair dan pembaca sama pentingnya, keduanya berada dalam otoritas yang sama dalam mendekati puisi. |