Komentar Anda

Lihat Komentar

Joey Sultan Sagang : I am so proud that Sagang in Indonesia is a Magazine while here in the Philippines it is our Family
admin : terimakasih kepada saudara musa ismail. sebelumnya kami mohon maaf,edisi tahun 2010 pada website ha
musa ismail : Majalah Sagang Elektronik sungguh bagus, kreatif, dan memikat. Semoga majalah ini menjadi acuan sast
arnita : go international
arnita : i like all of people read sagang to know how much culture in Indonesia in cluding riau
+ Isi Komentar
Pengunjung Online :1
Hari ini :29
Kemarin :39
Minggu ini :165
Bulan Kemarin : 904
Total 12649 Pengunjung
sejak 24 Februari 2011 sampai 23 Februari 2012
Judul : Kolase Hujan
ISBN : 978-979-24-8107-5
Tahun Terbit : Oktober 2009
Halaman : 209
Jenis Cover : -
Penulis : -
Penerbit : Yayasan Sagang
Teks Bahasa : Indonesia
Kategori : Cerpen

Buku Kolase Hujan merupakan kumpulan cerpen pilihan Riau Pos 2009. Dalam buku ini terdapat 24 cerpen pilihan yang ditulis oleh penulis yang ada di Riau seperti, Budy Utami (Perempuan Penenun Hujan), Dian Hartati (Perempuan Kupu-kupu), Ellyzan katan (Ular), Endah Sulwesi (Kelana), Fariz Ikhsan Putra (In Compto), Fedli Aziz (Suku Pompong), Hang Kafrawi (Man Tampak dan Mempelam Petir), Hary B Kori’un (Hujan Bulan Juli), Jefri Al Malay (Pulau Asap), Marhalim Zaini (Percakapan-percakapan yang tak Selesai), M Badri (Menekin dari Seberang), Musa Ismail (Lelaki yang Bercawat di Kepalanya), Nyoto (Muntik), Olyrinson (Gerimis Salju), Pandapotan MT Siallangan (Pemetik Kecapai), Raja Isyam Azwar (Kucai), Raudal Tanjung Banua (Pulau-pulau Kecil Menakjubkan), Riki Utomi (Mata Empat), Sobirin Zaini (Poe dan Orang-orang Berkepala Televisi), Sutrianto Az- Zumar (Perempuan Terhormat), Yetti A KA (Pelabuhan).

    Menurut editor buku ini Hary B Kori’un dunia cerpen Riau tak pernah berhenti berdetak. Hanya saja, tak banyak memang yang  berani (berhasil?) menembus ketatnya dunia cerpen nasional. Setelah Taufik Ikram dan Fakhrunnas yang mampu menembus belantara cerpen Indonesia, memang muncul Olyrinon dan Marhalim, dan belakangan M Badri dan Pandapotan juga menyusul, tetapi itu seperti muncul stagnasi. Selain mereka, tak ada lagi karya-karya cerpenis Riau yang mampu menembus belantara cerpen Indonesia, baik berupa munculnya buku kumpulan cerpen dengan tingkat distribusi yang luas (bukan hanya dicetak seadanya dan distribusinya tak jelas), maupun cerpen-cerpen yang dimuat di media massa dengan cangkupan pembaca lebih luas (media nasional).

Share This.. | Content Hits : 507